Kamis, 05 April 2012

Siang Hari di PP KAMMI


Siang tadi, saya iseng-iseng mengunjungi official website PP KAMMI, kammi.or.id untuk mencari informasi yang mungkin berguna. Ketika sudah masuk ke laman utama, saya terkejut karena tiba-tiba layar menjadi gelap dan muncul beberapa paragaraf tulisan. Ternyata itu tulisan itu berisi Sikap PP KAMMI terhadap RUU Perguruan Tinggi, yang poin-poinnya tertera sebagai berikut:

1.    Menuntut tegas pemerintah menyediakan pendidikan murah dan berkualitas.

2.    Meminta masyarakat dan semua elemen mahasiswa mengawal RUU Perguruan Tinggi.

3.    Menyerukan kepada KAMMI Se-Indonesia untuk mengkritisi RUU Perguruan Tinggi.

Ini merupakan tanda bahwa KAMMI menaruh kepedulian begitu besar terhadap agenda pengesahan RUU Perguruan Tinggi (RUU PT) di DPR RI, yang sebentar lagi mencapai keputusan final. Selain itu, ini adalah instruksi tak langsung agar setiap kader KAMMI ikut mengkaji dan mengikuti perkembangan RUU PT. Apakah kita sudah ikut mengkajinya?

Jika belum, mari mulai sekarang kita mengkajinya. Kemarin (4/4), kader ikhwan KAMMI kampus C berkumpul untuk mendiskusikan RUU PT di masjid Nurul Afiah FKM UA. Diskusi yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dipimpin oleh Muhadi, S.KM, mahasiswa S2 AKK FKM UA dengan moderator Bintang Gumilang, Kadep Kaderisasi PK KAMMI Airlangga. Rencananya, hari ini (5/4), PK KAMMI Airlangga akan melangsungkan diskusi kader wilayah kampus B membahas permasalahan yang sama. Diskusi bertempat di Masjid Nuruzzaman UA, dan dimulai pukul 19.30 WIB.

Jika engkau kader KAMMI dan peduli dengan dunia pendidikan tinggi, ayo ikut diskusi. Rugi kalau gak ikut!

Kamis, 22 Maret 2012

Teknis DM1 ITS Maret 2012

Informasi Pelaksanaan:
Jumat-Ahad,  23 – 25 Maret 2012
08.00-selesai
Di Masjid Al-Ikhlas Perak

Hal-hal yang harus dipersiapkan peserta:
1. Ruhiyah:
  • Qiyamul Lail (sholat tahajud, minimal 4 kali seminggu)
  • Tilawah (membaca Al-qur'an minimal ½ juz per hari)
  • Membaca dzikir pagi dan petang (Al Ma'tsurat) minimal 1x sehari
2. Jasadiyah
  • Menjaga fisik dengan riyadhoh / olahraga minimal sekali dalam satu minggu.
3. Perlengkapan
  • Alat sholat
  • Mushaf Alqur'an (hadist Arba'in bagi yang berhalangan)
  • Alat tulis
  • Alat mandi dan peralatan pribadi
  • Pakaian resmi (kemeja, celana kain, dan sepatu—nonjeans/kaos—bagi ikhwan; jilbab, kemeja, rok—nonjeans/kaos dan dilarang ketat/transparan—bagi akhwat)
  • Pakaian ganti untuk hari sabtu dan ahad
  • Pakaian olahraga
  • Slayer / Ikat kepala
  • Obat pribadi
  • Foto 3 x 4 sebanyak 1 lembar
4. Penugasan
  • Membaca artikel untuk DM 1 bisa di download di www.kammiunair.wordpress.com
  • Baca buku referensi: tentang Aqidah, Akhlaq, Peradaban Islam, Pemuda, Organisasi, Aksi, KAMMI
  • Halafalan surat Ash-Shaf 1-4
5. Info Keberangkata
  • Berkumpul mulai pukul 07.30 WIB di Masjid Nuruzzaman Kampus B Unair
  • Pemberangkatan bersama-sama dengan angkutan umum
  • Bagi yang membawa kendaraan sendiri dipersilahkan dengan tanggung jawab pribadi.
6. Biaya
  • Peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 20.000,00

Tafsir Gerakan atas Visi, Misi, dan Prinsip Gerakan KAMMI

Tafsir Gerakan atas Visi, Misi, dan Prinsip Gerakan KAMMI
Rijalul Imam, S. Hum
 
Visi KAMMI
Wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang Islami.

Misi KAMMI
(1)     Membina keislaman, keimanan, dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia.
(2)     Menggali, mengembangkan, dan memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial, dan politik mahasiswa.
(3)     Memelopori dan memelihara komunikasi, solidaritas, dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan bangsa dan negara.
(4)     Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang rabbani, madani, adil, dan sejahtera.
(5)     Mengembangkan kerjasama antar elemen bangsa dan negara dengan semangat membawa kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar).

Generasi Assaabiquunal Awwalun
Kehadirannya tak diduga. Begitu angin reformasi tiba himpunan mahasiswa muslim itu bersepakat dari dakwah ini perlu ada wadah efektif untuk menggulirkan reformasi ini secara politis. Mereka menamakan dirinya sebagai Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang disingkat KAMMI. KAMMI lahir dari rahim reformasi mendeklarasikan dirinya untuk memperbaiki negeri yang tengah dikungkung oleh krisis multidimensional. Padahal sebelumnya bangsa ini mengalami masa stabilitas dan tinggal sedikit lagi memasuki era tinggal landas. "Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa." (QS. Al-An'am:44)
Kepercayaan diri mereka untuk menuntaskan permasalahan bangsa bersama elemen masyarakat lainnya menjadikan KAMMI selalu bersemangat berada di barisan terdepan dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Perubahan politik tiap detik tak menyurutkan KAMMI untuk selalu berada di garda terdepan, walau bagitu kerasnya benteng tirani rezim saat itu. Hanya ketakutan mereka pada Allah yang menjadikan mereka semangat untuk memperbaiki taman indah Indonesia ini. Mereka berani berkata tegas menyuarakan keadilan di depan penguasa yang zalim. Mereka kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak memihak rakyat. Bahkan mereka cermat terhadap tindak-tanduk koruptor yang berdasi itu. Mereka sadar jika mereka tidak kritis maka para pemimpin dan pembesar itu akan menghancurkan Indonesia hingga tak berbentuk lagi.
Mereka takut jika di akhirat kelak mereka termasuk golongan yang menyesali diri karena tidak kritis, mengekor saja dan tidak peduli pada kepentingan umat. "Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)." (QS. Al-Ahzab:67) Maka mereka segera merumuskan sarana efektif penumbang rezim itu dengan berlandaskan ketakwaan pada Allah. Sarana ini adalah buah dari pemahaman mereka atas ekspresi terkuat ketakwaan yang diisyaratkan Allah dalam al-Qur'an. "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah pada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri pada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung." (QS. Al-Maidah:35)
Maka lahirlah KAMMI dengan visi sebagai wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami di  Indonesia. Perjuangan ini disambut para aktivis dakwah kampus di hampir seluruh penjuru Indonesia. Yang tergabung di dalamnya adalah anak-anak muda yang ketika itu mereka kental dengan mabit, qiyamullail dan lantunan ayat-ayat al-Qur'an. Di kantong baju mereka selalu ada al-Qur'an saku. Semangat mereka menggebu menderu. Sesekali mereka melantunkan nasyid Pemuda Kahfi yang mencoba membangkitkan negeri meraih generasi menumbangkan kedzaliman. Di mana dicari pemuda Kahfi, yang terasing demi kebenaran hakiki, untuk menoreh nama perkasa abadi.
Mereka sadar untuk menjadi umat yang terbaik, mereka harus terlibat di masyarakat melakukan aktivisme sejarah. Meretas sejarah di tengah kecamuk politik dan hiruk pikuk kebingungan dan putus asanya penduduk negeri ini. Mengajak masyarakat untuk beriman, menunjukkan mereka pada kebaikan, menyebar manfaat dan menghindarkannya dari kemaksiatan. "Kalian adalah umat terbaik yang dolahirkan untuk manusia, karena menyuruh berbuat yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…" (QS. Ali Imran:110). Sebagai anak muda, KAMMI memaksimalkan perjuangannya untuk menyelamatkan negeri. Menghindarkan bangsa dari keterpurukan yang berkelanjutan bahkan semakin di ambang batas kehancurannya dengan menghentikan kekuasaan penguasa tirani ini berserta kroni-kroninya. Mereka sadar bahwa musuh sesungguhnya adalah kebathilan, bukan personal atau materi. Tapi jika kebathilan itu sudah merasuk dan digerakkan oleh personal dan materi bersangkutan sudah selayaknya personal dan materi itu dihentikan dan dicabut segera agar tidak mewabah lebih besar lagi.
Maka jalan yang terbaik adalah membentuk kelompok yang solid dan terorganisir. Memiliki agenda yang jelas dan tujuan yang spesifik. "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh (berbuat) yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang menang" (QS. Ali Imran:104). Mereka berusaha menghindarkan diri dari kesia-siaan, mereka hanya mengonsentrasikan diri pada berjihad bukan wacana lepas tanpa arah. Mereka mencoba membangun organisasi ini agar dilibatkan menjadi batu-bata bangunan peradaban Islam. "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh" (QS. Ash-Shaff:4)

KAMMI sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami had
api
KAMMI relakan jua serahkan dengan tekad di hati jasad ini darah ini sepenuh ridha di hati
KAMMI adalah panah-panah terbujur yang siap dilepaskan dari busur tuju sasaran siapa pun pemanahnya
KAMMI adalah pedang-pedang terhunus yang siap terayun menebas musuh tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridha Ilahi Rabbi

KAMMI sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami had
api
KAMMI relakan jua serahkan dengan tekad di hati jasad ini darah ini sepenuh ridha di hati
KAMMI adalah tombak-tombak berjajar yang siap dilontarkan dan menghunjam menembus dada lantakkan keangkuhan
KAMMI adalah butir-butir peluru yang siap ditembakkan dan melaju dan mengoyak menumbang kedzaliman
Asalkan ikhlas di hati berjumpa wajah Ilahi Rabbi

KAMMI sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami had
api
KAMMI relakan jua serahkan dengan tekad di hati jasad ini darah ini sepenuh ridha di hati
KAMMI adalah mata pena yang tajam yang siap menuliskan kebenaran tanpa ragu ungkapkan keadilan
KAMMI pisau belati yang selalu tajam bak kesabaran yang tak pernah padam tuk arungi dakwah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Ilahi Rabbi

KAMMI sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami had
api
KAMMI relakan jua serahkan dengan tekad di hati jasad ini darah ini sepenuh ridha di hat
i

Begitulah idealnya KAMMI, generasi Rabbani yang ditarbiyah al-Qur'an. Gerakan Mahasiswa Muslim yang mendedikasikan dirinya sebagai pengemban risalah al-Qur'an, penghubung langit dan bumi, ruh baru yang mengalir di tubuh umat, perangkai peradaban dan kafilah penerus perjuangan Rasulullah dan para khalifah ar-rasyidah yang bekerja untuk menegakkan Islam hatta laa takuuna fitnah wa yakuunaddinu kulluhu lillah.

Prinsip Gerakan KAMMI
KAMMI bangga dengan nikmat yang telah Allah karuniakan. Nikmat yang tiada duanya, tiada bandingnya dan tiada yang serupa dengan kenikmatan itu. Itulah nikmat Islam dan iman. Dengan nikmat ini umat Islam harus bangga, karena ia lebih mulia dan dimuliakan. Umat Islam harus tampil berwibawa di hadapan musuh-musuh yang sudah sejak lama mereka menghinakan dan merendahkan Islam.

"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derjatnya) jika kamu orang yang beriman" (QS. Ali Imran:139)

Maka dengan ini KAMMI meyakini semboyan yang menjadi prinsip gerakan KAMMI bahwa

Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan KAMMI
Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI
Solusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI
Perbaikan adalah tradisi perjungan KAMMI
Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI
Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI

Selasa, 07 Februari 2012

MIAS: Hari Keempat, Lengkap!


Sultoni Muslim (ketiga dari kiri) bersama peserta lain yang mengikuti DM3 Jawa Timur, 2011
Tidak seperti sebelum-sebelumnya, MIAS IV rangkaian persiapan pendelegasian pra-DM2 KAMMI Airlangga kali ini dihelat sejak pagi. Aura semangat akan kehausan ilmu tampak dari wajah-wajah kader yang hadir. Kemalasan pagi hari bagi sebagian orang sama sekali tidak tampak dari wajah cerah perserta. Pukul 09.30 MIAS dibuka dengan sangat ta’dzim oleh Kadept. Kaderisasi KAMMI Airlangga, akhina Bintang Gumilang. Selain dimulai pagi hari, hal yang membedakan lagi adalah MIS kali ini terbuka bagi semua kader yang ingin mengenal KAMMI lebih dalam. Sebab, MIAS terakhir ini adalah edisi spesial dengan menghadirkan pemateri special pula, yaitu Kadept Kaderisasi Pengurus Wilayah KAMMI Jawa Timur, akhi Sultoni Muslim.

Dihadiri oleh Ketua Umum KAMMI Airlangga, di depan peserta akh Sulton begitu bersemangat memaparkan materi MIAS dengan memberikan gambaran pengalaman dakwahnya mulai masuk kampus sampai berlaga di dunia persilatan dakwah kampus. Pengalaman sebagai takmir MRP UB selama empat tahun, Ketua Umum Mentoring UB sekaligus menjadi assabiqunal awwalun pelopor legalisasi mentoring, sampai menjadi Kadept. Kaderisasi KAMMI level komisariat, daerah, dan wilayah menjadikan wacana beliau tentang dakwah kampus begitu beragam dan komprehensif. Asam garam pengalaman dunia dakwah kampus menjadikan forum terasa hidup mengikuti setiap jengkal sejarah beliau.
Berbicara KAMMI, kader kelahiran Banyuwangi ini lebih fokus membicarakan masalah kaderisasi.
“Prinsip Kaderisasi yang pertama: rekrutmen kapan saja, dimana saja. Yang kedua: apa pun makanannya, minumnya teh botol Sosro. Yang ketiga: Kaderisasi Never Ending!”
Pengaderan menjadi hal yang sangat beliau perhatikan kewibawaannya. Dari pengaderan inilah terbentuk kader militan yang menjadi aset terbesar organisasi. Oleh karena itu, menurut beliau pengimplementasian Manhaj Kaderisasi KAMMI secara utuh menjadi hal yang harus senantiasa diupayakan.
Kalo kaderisasi tidak mempunyai wibawa, bagaimana orang bisa menghormati KAMMI?
Setelah rehat shalat Jumat, forum berlanjut sampai ashar tanpa diskusi seperti biasanya. Dengan dihadirkannya pemateri luar daerah dan selevel pengurus wilayah diharapakan mampu me-refresh paradigma ke-KAMMI-an kader. Keluasan wacana ke-KAMMI-an juga  sangat penting terlebih untuk calon peserta DM2, demikian ungkap ukhti Aisyah Sariasih selaku Sekdept. Kaderisasi KAMMI Airlangga. [bg]

Senin, 06 Februari 2012

MIAS: Hari Ketiga Ngomong Gerakan

Akhi Faiz memberikan materi kepada peserta MIAS #3
Masih bertempat di aula Masjidillah, MIAS hari ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Februari 2012. Peserta yang hadir 2 orang ikhwan dan 6 orang akhwat. Setelah dibuka dengan basmalah dan tilawah dari salah satu peserta, acara diawali dari pertanyaan yang dilontarkan oleh MCR, Bintang Gumilang, yang dirujuk dari artikel PP KAMMI “Mengapa dakwah di indonesia mengarah ke IM (Ikhwanul Muslimin –red)?” Kemudian MCR bercerita tentang sejarah IM di indonesia. Organisasi yang muncul saat itu, tidak lepas dari adanya pengaruh IM. Semangat untuk memperbaiki kondisi masyarakat melalui organisasi memunculkan berbagai macam gerakan, sebut saja NU, Muhammadiyah, Masyumi, dll. Di kalangan pelajar dan mahasiswa sendiri ada HMI dan PII.

Setelah sedikit bercerita, MCR menugaskan peserta untuk membuat sebuah analisis gerakan apa yang kira-kira cocok dengan 3 ranah yang disebutkan. Gerakan dalam ranah thulabi baik pelajar dan mahasiswa, mihany (profesi), dan parlemen. Peserta yang di bagi tiga kelompok dengan masing-masing permasalahan yang ditugaskan, diminta untuk menanalisis gerakan apa yang cocok di jalankan dengan mempertimbangkan sasaran, bagaimana kekhasan karakternya, hingga target ideal yang ingin dicapai apa. Selama kurang lebih 30 menit, peserta menganalisis dan hasilnya dipresentasikan untuk kemudian ditanggapi oleh peserta yang lain.

Diskusi berjalan seru, karena walaupun satu kelompok memiliki tugas masing-masing, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa kelompok lain tidak memikirkan permasalahan yang sama. Yang terjadi banyak sangkalan, tanggapan, dan masukan yang disampaikan oleh kelompok yang lain.

Walaupun diskusi berjalan dinamis, mau tidak mau harus di akhiri, karena pemateri sudah hadir. Pemateri pada hari ketiga ini adalah aktivis yang pernah menjabat sebagai Mahasiswa Nomor 1 di Unair. Beliau adalah mantan Presiden BEM Universitas Airlangga tahun 2009, Ahmad Faiz Khudlari Thoha. Beliau mengingatkan tentang karakter agama islam yang syamil,  kamil, dan mutakammil. Hal ini untuk menekankan bahwa islam juga mengurusi masalah politik.

Di akhir sesi, pemateri menjelaskan hendaknya sebuah pergerakan memiliki manhaj ‘pertengahan’. Sehingga tidak mudah untuk menyalahkan orang lain, mengutamakan ayat muhkamat (jelas –ed) dari pada ayat mutasyabihat (meragukan/perlu penjelas –ed), dan tidak menolak masalah ijtihadiyah. Ketika di buka sesi tanya jawab, peserta antusias untuk bertanya, memperdalam pengetahuan mereka. Saking antusiasnya, waktu yang dimiliki tidak mencukupi, sehingga tidak semua pertanyaan dapat terakomodasi.

Setelah closing statement dari pemateri, acara di tutup dengan hamdalah dan do’a penutup majelis. Tidak lupa pesan untuk menyelesaikan penugasan bagi para calon peserta DM2. 

[rai/gea]

Sabtu, 04 Februari 2012

Merumuskan Sosok Pemimpin Mahasiswa Unair





Oleh Gading Ekapuja Aurizki*


Sudah dua tahun lebih kita tak lagi berbicara tentang siapa sosok pemimpin ideal. Sudah dua tahun lebih kita tak lagi memperbincangkan siapa yang pantas maju dan siapa yang lebih layak turun. Sudah dua tahun lebih obrolan hangat itu tak lagi kita rasakan. Obrolan tentang masa depan. Obrolan tentang figur pembawa perubahan.
Saya takut kita sudah mulai jengah, frustasi, bosan, bahkan mungkin putus asa dengan semua keadaan ini! Akhirnya kita TAK LAGI PERCAYA kalau pemimpin harapan itu akan DATANG. Namun saya lebih takut jika kita terlanjur frustasi, siapakah yang akan memvisualisasikan sosok ideal yang pantas memimpin kita nanti?

Jumat, 03 Februari 2012

Negeri 3 Masalah vs. Dakwah 4 Ranah



Oleh Gading Ekapuja Aurizki*
“Rakyat yang baik akan memiliki pemimpin yang baik. Kaum Muslimin disibukkan menumpuk harta, bermegah-megahan, hingga bagi mereka pun pemimpin yang lalim. Kelak, suatu masa, jika setiap orang kembali kepada Tuhan dan Nabi-Nya dalam berhukum, seorang pemimpin sholeh pasti naik takhta.” (Syaikh Azadi kepada Syaikh Habiburrahman – Takhta Awan h. 361-362)
Ketika membaca novel Takhta Awan sampai bagian ini saya jadi teringat percakapan Ali bin Abi Thalib ra. dengan seorang lelaki ketika beliau masih menjabat sebagai khalifah.

Pada suatu hari lelaki tersebut berkata kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib, “Wahai Ali, ketika Abu Bakar dan Umar –radhiyallahu 'anhum- memerintah kondisi Umat Muslim sejahtera, sedangkan pada masamu Umat Muslim penuh problema.” Dengan tenang Ali ra. menjawab, “Itu karena pada masa Abu Bakar dan Umar rakyatnya seperti aku, sedangkan pada masaku rakyatnya seperti kamu.”

Sabtu, 28 Januari 2012

MIAS: Hari Kedua Mencoba 'Membuat' Negara

Puput Wahyudi menyampaikan materi kepada peserta MIAS 2
MIAS hari kedua telah dilaksanakan, kemarin (27/1) di Masjidillah Lantai 2. Agenda yang merupakan program dari Departemen Kaderisasi PK KAMMI Airlangga ini diadakan khusus untuk calon peserta DM 2 pada Bulan Februari mendatang. Sembilan orang AB 1 calon peserta DM 2 hadir di sana. Tiga orang ikhwan serta enam orang akhwat saling bertukar gagasan tentang materi Analisis Konstelasi Siyasah Harokiyah Islamisasi Negara.

Jumat, 27 Januari 2012

MIAS: Hari Pertama Bicara 'Qadhaya'

Ketua Komsat KAMMI Airlangga menyerahkan cindera mata kepada pemateri
Kemarin (26/1), calon AB 2 KAMMI Airlangga penuh semangat datang ke Madrasah 'Ilmiyah As-Siyasiyah (MIAS) hari pertama. Bertempat di Masjidillah lt. 2, MIAS dimulai pukul 13.00 oleh MC, Bintang Gumilang. Setelah acara dibuka dengan bacaan basmalah, MC menjelaskan sedikit tentang persiapan DM 2 bagi peserta, seperti kelengkapan buku referensi, hubungan dengan KAMMDA, dan lain sebagainya. Peserta juga diberikan kesempatan bertanya terkait persiapan pemberangkatan nanti.

Mencari Pahlawan Unair

Enter Here


Oleh Gading E. Aurizki

Rabu, 25 Januari 2012

Mulai Panas: Kondisi Komisariat Pasca Revitalisasi


Tekad : Revitalisasi Struktur

Bangkit! Itulah pekikan yang pas untuk KAMMI Airlangga saat ini. Pasca revitalisasi struktur, Pengurus Komisariat KAMMI Airlangga bergerak cepat membenahi kinerja mereka yang sempat menurun pada medio Oktober-Desember.

Setelah Badan Pengurus Harian Komisariat (BPH Komsat) mengadakan syuro evaluasi minggu pertama Januari, selanjutnya giliran departemen melaksanakan syuro serentak pada tanggal 15 Januari 2012 di Kompleks Masjid Nuruzzaman, Kampus B Unair. Syuro yang dilaksanakan langsung setelah acara Tekad (Temu Kader) itu merupakan ajang konsolidasi awal untuk menata kembali program kerja yang sempat terbengkalai. Selain itu, syuro serentak juga menjadi ajang sambut kader AB 1 baru hasil Daurah Marhalah 1 (DM 1) Hanudnas Bulan Desember kemarin. Diharapkan kader AB 1 baru langsung bisa beradaptasi dengan atmosfer departemen beserta program-programnya.

Sabtu, 21 Januari 2012

Info KAMMI : SCGNI II (Short Course Gerakan Nasional & Internasional II)


Dalam rangka membentuk kader yang memiliki kepekaan terhadap kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara serta merasa tergerak untuk memperjuangkan keadilan, KAMMI melalui program Short Course Gerakan Nasional & Internasional mencoba mewujudkan hal diatas. Dan kami mengundang kepada kader-kader terbaik KAMMI Daerah di Indonesia untuk mengikuti program tersebut.

Acara insya Allah akan diadakan di Jakarta pada tanggal 26 Februari 2012 – 2 Maret 2012. Adapun Syarat-syarat Peserta adalah sebagai berikut;

1. Siap untuk mengikuti agenda demi agenda (bila melanggar, maka kita akan menghilangkan kuota untuk KAMMDA yang bersangkutan pada tahap berikutnya)

Sertifikasi IJDK AB1 KAMMI Airlangga

Ikhwah, KAMMI Airlangga mengadakan sertifikasi IJDK AB1 sebagai sarana evaluasi dan peningkatan mutu kader AB1 KAMMI Airlangga. Sertifikasi IJDK AB1 ini juga merupakan syarat untuk melanjutkan jenjang pengaderan DM 2. Adapun teknis agenda bertempat di Asrama Putri YKMS, depan Masjid At-Taqwa, Mulyorejo Barat pada hari Rabu, 25 Januari 2012, pukul 15.30. Yang mesti antum siapkan hanya fikriyah antum dalam menjawab soal, serta alat tulis. Konfirmasi kehadiran bisa dengan mengirim sms dengan format:

Sertifikasi AB1 KAMMI Airlangga _ NAMA _ Fakultas _ Angkatan ke CP di bawah

Satu catatan buat semuanya, wajib datang tepat waktu agar waktu pengerjaan antum tidak berkurang karena tidak ada penambahan waktu bagi yang terlambat.
Mohon sebarkan informasi ini ke kader AB1 yang lain
Jazakumullah khoyron katsir.

More information, CP:
Kadept Kaderisasi KAMMI Airlangga, Bintang Gumilang (08980391193)
Sekdept Kaderisasi KAMMI Airlangga, Aisyah Sariasih (085730780071)



PS: Wajib bagi yang daftar pendelegasian DM2

Selasa, 17 Januari 2012

Pendelegasian DM2 AB1 KAMMI Airlangga

Assalamu'alaykum warohmatullah wabarokatuh.

I'lan bagi kader AB1 KAMMI Airlangga, insyaAllah dalam dua bulan ke depan Kaderisasi akan memasifkan pendelegasian Kader AB1 untuk berangkat DM2 di berbagai kota yang mengadakan. Oleh karena itu, kami membuka pendaftaran bagi antum yang ingin mengikuti alur pengaderan nasional ini. Ada pun yang perlu antum lakukan dalam mendaftar (dengan catatan belum pasti berangkat karena harus melalui proses screening) adalah dengan via telepon ke Bintang (08980391193) atau Asih (085730780071), atau sms dengan format: AB1 Airlangga SIAP DM2! _ Nama _ Fakultas _ Angkatan

Berikut ana sertakan salah satu file panduan pendelegasian AB1 untuk DM2 KAMMI Malang.

Semangat untuk selalu mengupgrade kapasitas!
Karena cita-cita besar peradaban ini hanya akan diemban rijal dengan kapasitas yang besar pula!

Salam Muslim Negarawan!

Senin, 16 Januari 2012

Tekad: Membangun Militansi Pasca Revitalisasi


Tekad di tengah hujan deras

Kampus B Unair – Ternyata hujan tak mampu menyurutkan semangat kader untuk mengikuti rangkaian acara Tekad (Temu Kader) KAMMI Airlangga Ahad kemarin (15/1) dengan tertib. Acara yang dimulai pukul 13.45 itu mulanya hanya dinaungi awan mendung. Dengan duduk santai di atas tikar, para kader khidmat mendengarkan arahan dari Ketua Komsat, Akhi Rahmat Wahyudi, tentang hasil syuro BPH terkait revitalisasi struktur Pengurus Komisariat KAMMI Airlangga. Beliau juga mengumumkan hasil plotting kader berdasarkan amanah baru mereka di departemen.

Ketika menginjak acara kedua pukul 14.15, barulah hujan turun deras. Para kader pun berlarian mencari tempat berteduh. Akhirnya panitia memutuskan untuk memindah lokasi yang semula di halaman belakang Perpustakaan Unair kampus B ke sebuah garasi kosong yang tak jauh dari lokasi semula.

Setelah suasana kondusif, acara kedua pun dilanjutkan. Kadep Kebijakan Publik, Akhi Mahendra, kembali berbicara di depan kader tentang kondisi perpolitikan kampus di Unair, setelah tadi sempat terhenti sejenak karena hujan. Meskipun dalam kondisi berdiri, para kader yang hadir tetap antusias mendengarkan pemaparan beliau.

Sabtu, 14 Januari 2012

Road to DM 2 : DM 2 Sekedar Pelatihan, AB 2 Sekedar Gelar




Oleh. Gading Ekapuja Aurizki

Tak pernah kubayangkan, tinta yang tergores dalam kertas impian setahun lalu itu menjadi kenyataan. Tak pernah kubayangkan bisa mengikuti Daurah Marhalah 2 (DM2) yang dulunya kuanggap sebagai daurahnya orang-orang hebat. Ditambah lagi, impian yang tertulis secara spesifik itu dikabulkan oleh Allah secara spesifik pula. “DM 2 di Yogya”, tulisku. Dan Allah pun mengabulkannya dengan mengikutkanku di DM 2 Sleman, DIY. Alhamdulillah…

Awalnya, bisa dibilang aku terlalu berambisi untuk ikut DM 2. Aku merasa DM 2 menjadi tantangan yang harus ditaklukkan. Aku pun mengikuti sertifikasi pendelegasian DM 2 Malang dan Solo sebelum genap satu tahun usiaku di KAMMI. Bersama beberapa orang seperti Mas Wildan Alfian Noor, Akh Arif Syaifurrisal, Akh Ubaidillah, dan beberapa orang lain, aku harus ‘menghadapi’ penguji dari KAMMDA Surabaya, Akh Zyad. Saat itu kebetulan sertifikasinya dilakukan ketika Musyawarah Daerah bulan Februari 2011 di Wisma Bahagia IAIN Sunan Ampel, Surabaya.

Meskipun aku mendaftar karena diminta Ketua Komsat (saat itu Mas Mahendra Setya Hantoro), akhirnya tetap tidak bisa lolos. Belakangan kuketahui kalau saat itu qiyadah belum mengizinkan aku ikut DM 2 karena merasa diriku belum pantas. Ada perasaan ‘sesuatu banget’, tapi mau bagaimana lagi. Kualitas diri belumlah mencapai standar DM 2. Sedangkan 3 orang rekan sertifikasiku terbang semuanya ke Malang, dan ikut DM 2 di sana.

Pasca menjadi Organizing Committee di Musyda KAMMDA Surabaya, ada 2 event besar lagi yang harus kujalani di KAMMI. Menjadi Koordinator Sie Humas dan Pendanaan dan menjadi Ketua OC Musyawarah Komisariat (Musykom) KAMMI Airlangga 2011. Namun mengingat ‘sesuatu banget’ batalnya aku ikut DM 2, ambisi itu pun lama-lama hilang. Aku mencoba untuk enjoy dengan kegiatan-kegiatan ke-KAMMI-an tanpa mengejar keikutsertaan di DM 2. DM 2 itu apaan sih? Cuma sekedar daurah kok.

Minggu, 25 September 2011

Yang Pertama, Sangar!


Rembug Peresmian Korps Alumni KAMMI Airlangga

24 September 2011 merupakan hari bersejarah bagi KAMMI Airlangga. Diawali dari kepedulian para mantan pejuang KAMMI Airlangga terhadap berbagai permasalahan yang melanda KAMMI belakangan ini, terbentuklah secara resmi Korps Alumni KAMMI Airlangga.

Terbentuknya Korps Alumni tidak lepas dari inisiasi DPO menyelenggarakan acara Temu Kangen Kader KAMMI Sepanjang Masa, yang bertempat di Warung Bakso BIMO Karang Menjangan, kemarin (24/9). Acara yang dimulai sekitar pukul 9.30 itu menghimpun massa sebanyak 20 orang, baik kader yang masih aktif maupun yang sudah purna. 20 orang itu akhirnya menyepakati terbentuknya Korps Alumni KAMMI Airlangga, dengan ketua pertama adalah akhina Yusup Effendi.

Terpilihnya laki-laki yang kerap dijuluki ‘Sangar’ itu tidak asal tunjuk, tetapi melalui mekanisme pemilihan langsung. Ada 3 calon yang diajukan, yaitu; Yayan Firmansyah (Ketua PK 2008/2009-2009/2010), Aditya Rosadi (Kadep Kebijakan Publik PK 2010/2011), dan Yusup Effendi (Ketua PK 2007/2008), yang pada akhirnya akhina Yusup lah yang terpilih.

Segera setelah terpilih, pria asli Lamongan itu mengobarkan semangat orang yang hadir pada acara itu. “Jika kita ingin menjadi orang besar, maka kita harus punya ide besar!” ucapnya tegas.

Sebelum dibentuk kabinet yang akan mengurus Korps Alumni, ditunjuk Koordinator Alumni tiap angkatan. Para koordinator itu adalah; Dibyo, SH (Koord. Angkatan 2002), Nurul Anwar (Koord. Angkatan 2003), SH, Heru, S.IP (Koord. Angkatan 2004), Krisna (Koord. Angkatan 2005), Yayan Firmansyah, SE. (Koord. Angkatan 2006), dan Aditya Rosadi, SH (Koord. Angkatan 2007). Untuk 2008 ke bawah, belum ada koordinator karena belum ada alumninya.

Adanya Korps Alumni bagaikan oase di padang tandus bagi Pengurus Komisariat (PK). Sebelumnya, PK begitu kesulitan untuk menghubungi alumni jika ada suatu keperluan, baik itu keperluan terkait moral maupun finansial. Namun, dengan terbentuknya Korps Alumni, PK tidak perlu pusing lagi dengan berbagai permasalahan tersebut. Korps Alumni –insya Allah- siap menyokong dana dan support moral untuk para Ksatria Airlangga yang masih berjuang di kampus.

Semoga dengan terbentuknya Korps Alumni KAMMI Airlangga ini, ukhuwah PK dan para alumni semakin terjaga. Dan semoga para alumni lain juga segera ikut bergabung untuk meneguhkan barisan kebaikan di Bumi Airlangga tercinta. []gea

Sabtu, 27 Agustus 2011

Ngopi II : Telaah Biografi Muhammad Natsir

KARANG MENJANGAN – Sabtu (20/8) kemarin KAMMI Airlangga kembali menggelar NGOPI (Ngobrol Politik) chapter II. Berbeda dengan NGOPI chapter I yang diselenggarakan pada tanggal 21 bulan Juli lalu, NGOPI ke-2 menjadi satu rangkaian dengan gelaran SEMARAK-AIR Ramadhan 1432H dari Pengurus Komisariat KAMMI Airlangga 2011-2012.

Ngopi kali ini bertemakan ‘Telaah Biografi Muhammad Natsir’, dengan pembicara Ustadz Masykur Ismail, Jurnalis InPAS yang merangkap menjadi anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Ust. Masykur memulai penjelasan dengan mengurai biografi lengkap M. Natsir. Dari sana diketahui kalau selain terkenal dengan Mosi Integralnya, M. Natsir juga dikenal dunia internasional karena kemampuan lobying yang sangat handal. Salah satu Perdana Menteri pada era Republik Indonesia Serikat (RIS) itu juga menguasai berbagai macam bahasa. Bahkan, lebih dari sepuluh bahasa dia kuasai dengan fasih dan lancar. Selain itu, Natsir juga sangat lihai dalam berperang kata-kata melalui tulisan. Banyak tulisannya yang dimuat di media massa Belanda pada zaman itu.

Dengan indikator banyaknya informasi yang dibagikan, menandakan kalau uraian pemateri tentang M. Natsir cukup mendalam. Barangkali terkesan berat untuk yang tidak terbiasa bergumul dengan sejarah. Apalagi di antara peserta ada yang mahasiswa baru. Namun di balik itu semua, informasi tentang M. Natsir begitu banyak yang dibagi, sehingga para peserta Ngopi II terbuka wacana dan wawasannya.

Setelah penyampaian materi selesai, acara dilanjutkan dengan diskusi. Cukup banyak yang mengacungkan tangan, baik laki-laki maupun perempuan. Semua pertanyaan yang diajukan cukup berbobot, mulai dari Natsir sebagai guru sampai kaitan Muslim Negarawan dengan sosok M. Natsir. 


Acara Ngopi II ini bertempat di Depot Bakso Bimo Karang Menjangan. Tentu pilihan panitia tidak sembarangan. Keputusan dijatuhkan setelah memikirkan berbagai pertimbangan. “Karena bertepatan dengan Ramadhan, kalau tempatnya di depot bakso bisa langsung sekalian buka bersama di sana.” Pikir Bintang, Ketua Departemen Kebijakan Publik sekaligus penanggung-jawab Ngopi. [gea]

Minggu, 14 Agustus 2011

Pawai Anak Sholeh Bareng KAMMI

Kereta Kelinci yang Mengantar Peserta Keliling UNAIR Kampus C

MULYOREJO – Masih dalam rangkaian acara SEMARAK-AIR, KAMMI Airlangga kembali menyelenggarakan kegiatan untuk masyarakat. Kemarin (13/8), para kader KAMMI Airlangga bersama anak-anak dari masyarakat Mulyorejo Tengah melakukan pawai keliling kampus C Universitas Airlangga (Unair) naik kereta kelinci.

Acara yang dimulai selepas Ashar itu diikuti lebih dari 30 anak. Mereka berasal dari beberapa gang di sekitar kantor Komisariat KAMMI Airlangga. Baik laki-laki atau perempuan, yang masih balita maupun sudah menginjak remaja, mereka bercampur menjadi satu untuk mengikuti kegiatan yang diadakan panitia.

Sebelum kereta datang, adik-adik dibekali sebuah bendera kecil bergambar lambang KAMMI. Panitia juga mengajari adik-adik menyanyi dan meneriakkan yel-yel anak sholeh. Bisa dibaca dari mimik wajah mereka, peserta yang rata-rata masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tersebut menikmati sajian yang diberikan oleh kakak-kakak panitia.

Tepat pukul 4 sore, kereta kelinci yang ditunggu-tunggu datang. Tanpa dikomando, adik-adik langsung berhamburan untuk mencari tempat duduk di kereta. Dari tempat pemberangkatan di depan gang V Jl. Mulyorejo Tengah, adik-adik sudah didorong untuk bernyanyi dan bershalawat. Pun ketika sedang berada di perjalanan. Suasana jalan raya menuju kampus Unair semakin ramai dengan kehadiran mereka.

Setelah berjalan melintasi beberapa fakultas di kampus C Unair, kereta yang membawa peserta berhenti di depan Gedung Rektorat. Dari sana mereka diajak berjalan melewati pinggir danau menuju lokasi patung Prabu Airlangga. Di depan patung tersebut, adik-adik terlebih dahulu berfoto bersama.

Acara puncaknya adalah ketika adik-adik diminta duduk setengah melingkar di rumput. Di sana, panitia mengajari peserta bernyanyi dan bermain tebak-tebakan islami. Meskipun tidak sepenuhnya tertib, karena ada beberapa peserta yang berlarian kesana kemari, namun secara keseluruhan acaranya terangkum apik. Menurut salah seorang panitia, acara Pawai Anak Sholeh ini merupakan perpaduan antara kegiatan rekreasi, edukasi Islami, dan motivasi.


Sore itu, acara diakhiri dengan pembagian snack kepada peserta. Tetapi sebelum diberi snack, peserta harus masuk ke gerbang yang dibuat oleh dua orang pantia akhwat (perempuan). Peserta berbaris ke belakang seperti kereta, dan masuk satu persatu untuk menerima snacknya.

Setelah acara Pawai Anak Sholeh berakhir, agenda KAMMI Airlangga para Ramadhan kali ini belumlah usai. Masih ada beberapa agenda lagi yang menanti, seperti; Lomba Anak Sholeh, Talk Show ‘Mahasiswa Ranah 3 Karya’, dan NGOPI (Ngobrol Politik) dengan tema: Telaah Biografi M. Natsir. [gea]





Surabaya, 18 Agustus 2011


Bonus Foto-foto Kegiatan:
Panitia dan adik2 foto bareng

Press release kepada pengguna jalan

Mas Risqi Hasan, Direktur SosMas

Di depan Patung Prabu Airlangga

Alhamdulillah..Luar biasa..Allahu Akbar!!

Pada zaman dahulu.....

Ada yang mau hadiah (uang Rp 50.000)

Berkibarlah KAMMI

Kamis, 11 Agustus 2011

Bioskop Mini: "Islamic Movie for 100 Children"

Gambar 1. Langgar Waqaf Al-Hidayah jadi Bioskop Mini
Kemarin (7/8) para kader KAMMI Airlangga 2011-2012 mengadakan acara Bioskop Mini: "Islamic Movie for 100 Children". Acara ini diselenggarakan di Langgar Waqaf Al-Hidayah Jl. Mulyorejo Tengah gg. Salim no. 8, Surabaya.

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama Departemen Kaderisasi dan Lembaga Semi Otonom Sosial Kemasyarakatan KAMMI Airlangga. Acara Bioskop mini ini adalah acara pertama dari rangkaian SEMARAK-AIR, yang merupakan event menyambut Ramadhan yang diselenggarakan oleh KAMMI Airlangga.

Acara dimulai tepat setelah sholat Ashar. Anak-anak dari gang Salim, gang V, dan gang Langgar Jl. Mulyorejo Tengah berbondong-bondong datang ke tempat acara. Banyak diantara mereka yang datang bersama teman-temannya, ada yang bersama kakaknya, ada juga yang diantar ibu-bapaknya. Semuanya berjumlah lebih dari 30 anak.
Gambar 2. Peserta memenuhi tempat acara
Agenda pertama adalah menonton film. Filmnya beragam, dari Upin & Ipin, Doraemon, sampai Film Anak Sholeh dan Bernard Bear. Meskipun terkesan tidak teratur, itu tidak menjadi kendala. "Yang penting adik-adik senang," kata salah seorang panitia.

Setelah menonton Film, adik-adik diberi pertanyaan kuis. Siapa yang bisa menjawab, dia akan mendapatkan hadiah. Pertanyaannya cukup mudah, sehingga membuat adik-adik antusias. Bahkan mereka sampai berebut mengacungkan tangan.
Gambar 3. Ketumsat KAMMI Airlangga menyerahkan hadiah kepada peserta
Gambar 4. Peserta antusias mengacungkan tangan
Hadiah tidak hanya diberikan bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan panitia, namun juga bagi yang secara tepat menghafalkan surat-surat pendek Al-Qur'an. Meskipun masih kecil, banyak yang sudah mengafal surat-surat pendek Juz Amma. Itulah yang membuat panitia sumringah karena sambutan dari adik-adik peserta sangat positif.

Tujuan diadakan acara ini sendiri adalah untuk edukasi bagi adik-adik tentang ramadhan. Selain itu KAMMI ingin hadir di tengah-tengah warga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. "KAMMI tidak hanya dikenal turun ke jalan dan aksi, tetapi juga dikenal simpatinya kepada masyarakat." tutut Mahendra, penanggung jawab acara.

Di penghujung acara, panitia membagi-bagikan jajan kepada peserta. Setelah itu ada pendaftaran "Lomba Anak Sholeh" yang akan diadakan pada tanggal 14-15 Agustus 2011 nanti.
Gambar 5. Direktur LSO Sosmas menyerahkan jajan kepada adik-adik
Lomba Anak Sholeh ini juga merupakan rangkaian kegiatan SEMARAK-AIR. Berbagai macam lomba diadakan antara lainl; adzan iqamat, menggambar, dan hafalan surat pendek. "Alhamdulillah, banyak yang ikut. Namun sayang, (untuk peserta laki-laki) yang ikut lomba hafalan Qur'an sedikit." [gea]

Bonus Foto Kegiatan:

Peserta yang satu ini NARSIS banget! ^^

Kita CS-an bro...

Tiada Surabaya tanpa Bonek.. KAMMI Bonek

Penyerahan hadiah..

No Comment! ^^

Ada apa dik?

Peserta berebut mendaftar Lomba Anak Sholeh

Mahendra, si pemandu acara lagi serius

Adik: "Mas, minta sangunya dong!" Mas: "Entar aja, belum lebaran juga."

"Maaf ya mbak kalau selama acara saya nakal."

Nyanyi...nyanyi...nyanyi...

Apakah engkau menerima cinta Mas, Dik? :p